Posted in

Gue Capek Tapi Nggak Ngerjain Apa-Apa

Duduk sendirian di halte di Jenewa

Ada hari yang saya capek sekali, dan saya tidak mengerjakan apa-apa.

Bukan sok sibuk. Memang tidak ada. Kalau ada yang bertanya tadi ngapain, saya tidak punya jawaban.

Dan saya lebih percaya yang bertanya daripada badan saya sendiri.

Jadi saya kasih nama sendiri ke keadaan itu

Saya sebut itu malas.

Enak, karena malas itu ada yang salah — dan yang salah saya. Kalau saya yang salah, berarti masih bisa dibenerin.

Menuduh diri sendiri itu memang bikin lega. Sebentar. Lalu ada tagihannya.

Capek dan malas bukan dua tingkat dari hal yang sama

Capek itu keadaan badan. Malas itu tuduhan.

Yang satu minta istirahat. Yang satu minta pembelaan. Yang satu selesai kalau tidur, yang satu tidak.

Saya memberi badan saya tuduhan, padahal dia minta berhenti.

Saya sempat mencari, capeknya dari mana

Saya urut lagi hari itu dari pagi. Tidak ketemu — tidak ada satu pun yang cukup besar.

Dan itu bukan berarti capeknya bohong.

Ternyata tidak semua capek ada sebabnya. Yang salah anggapan saya soal struknya: saya pikir capek itu selalu keluar dari sesuatu.

Harganya bukan saya jadi tidak istirahat

Harganya saya istirahat sambil merasa sedang curang.

Saya duduk, tapi saya tidak pernah benar-benar duduk. Setengah kepala saya masih menyusun alasan.

Coba hitung, berapa kali saya berhenti tanpa memikirkan pantas atau tidak. Nol. Dan itu yang membuat capeknya bertambah, bukan berkurang.

Yang saya ubah cuma satu pertanyaan

Dulu sebelum duduk saya bertanya: memang tadi saya ngapain.

Sekarang saya tidak bertanya itu lagi. Saya duduk dulu, dan pertanyaannya boleh datang belakangan.

Ternyata dia jarang datang. Dia cuma datang kalau saya undang.

Istirahat saya tidak bertambah lama. Cuma tidak ada yang mengomel lagi.

Hari ini saya capek lagi

Dan tetap tidak ada penyebabnya. Bedanya saya tidak mencari sekarang.

Saya duduk agak lama, lalu saya jalan lagi.

Musim ini saya banyak berusaha, dan banyak yang tidak kelihatan. Capeknya nyata, walaupun tidak ada yang bisa saya tunjuk.

Badan saya tidak butuh saya percaya. Dia cuma butuh saya berhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *