skip to Main Content
Formula Penulisan Konten

Formula Penulisan Konten

Umumnya keterhalangan seseorang dalam menulis atau writing stuck adalah dalam menentukan format penulisan atau hal-hal apa saja yang akan menjadi kerangka dalam penulisan.

Dalam tulisan ini saya akan sedikit sharing mengenai metode yang bisa Anda gunakan dalam hal pembuatan konten baik itu untuk blogging yang berupa tulisan atau sebuah konten video yang mencakup ada narasi di dalamnya.

Menentukan Tema

Hal yang paling pertama dan utama dalam rencana Anda membuat tulisan adalah dengan menentukan sebuah tema tulisan. Hal yang paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah dengan formula sebagai berikut:

Tema = Masalah + Solusi

Sebuah TEMA dibentuk dari sebuah masalah yang bertemu dengan sebuah solusi untuk kemudian lahirlah sebuah tulisan yang dapat membantu orang lain yang memiliki masalah serupa.

Jadi definisikanlah dulu masalahnya apa dan bila sudah pastikan Anda memang memiliki jawaban atau solusi dari sebuah masalah tersebut.

Misalkan contoh sederhana:

  • Masalah: Ban sepeda bocor
  • Solusi: Menambal ban
  • Maka temanya adalah: Cara Menambal ban sepeda yang bocor

Nah, sesederhana itu sebenarnya cara menentukan tema tulisan. Ingat ya ini baru tema, untuk berbicara judul kita bahas setelah ini.

Contohnya kalo tema di atas dibuat judulnya, mungkin bisa jadi:

  • Cara menambal ban sepeda yang baik dan benar
  • 10 cara menambal ban gak pakai ribet di 2020
  • Cara menambal ban yang praktis ala millenial
  • dll..

Jadi tema-nya bisa saja sama, tapi untuk judul Anda bisa berkreasi sesuka Anda asalkan masih ada dalam koridor tema yang sama yaitu: “cara menambal ban sepeda yang bocor”.

Menulis Judul dulu atau Artikel Dulu?

Ada sebuah perdebatan, setelah kita menulis tema, apakah kita membuat judul dulu atau menulis artikel terlebih dahulu. Tidak ada benar atau salah mana yang kita dahulukan, semua diserahkan kepada kebiasaan masing-masing penulis.

Umumnya sebagian orang lebih suka menulis judul terlebih dahulu, namun seiring dengan pekerjaan penulisan artikel, judul akan bisa berubah-ubah. Ini sah-sah saja, sepanjang artikel terus berkembang, maka akan timbul ide-ide baru mengenai perubahan pada judul sebuah artikel.

Perubahan Tema

Tapi bagaimana bila tiba-tiba terfikir untuk merubah tema atau menggeser tema? Anda harus mengulang segala sesuatunya dari awal. Perubahan pada tema akan mengubah segalanya termasuk judul dan isi artikel. Sebaiknya Anda menuntaskan terlebih dahulu artikel yang sudah Anda tulis. Untuk tema baru, Anda tulis di kerangka artikel yang baru lagi.

Penulisan Judul

Sudah lama saya ingin menuliskan ini, yaitu cara atau formula untuk menulis titel atau judul sebuah tulisan atau pun titel di Youtube (Video). Maksud dari depelajarinya formula ini adalah untuk menarik sebanyak mungkin orang yang membaca titel tersebut untuk lanjut meng-klik untuk melihat isinya.

Tak perduli seberapa menariknya tema Anda, tapi kalau penulisan judulnya kurang akan berpengaruh juga terhadap keinginan orang untuk membaca konten Anda. Pasalnya, judul adalah hal yang pertama kali dibaca oleh calon pembaca Anda. Hanya dengan judul mereka akan menentukan apakah skip atau klik baca tulisan Anda.

Ini mungkin ada hubungannya dengan clickbait, namun saat ini istilah clickbait sudah begitu negatif. Istilah clickbait yang sangat negatif terutama untuk isi judul yang tidak sama dengan isi konten di dalamnya. Intinya harus ada kesamaan pada judul dan isi artikel agar orang yang membuka tulisan atau video tersebut tidak menjadi kecewa yang berujung Anda sudah menghabiskan waktu orang lain.

Formula / Rumus dalam Menulis Judul

Ada banyak formula yang sebenarnya bisa Anda pelajari dan terapkan dalam menulis judul sebuah artikel atau video. Salah satu formula yang umum digunakan saat ini adalah:

Number + Power Word + Target Keyword + [Insight Signal]

Contoh:
19 Best Marketing Books to Level Up Your Marketing Strategy for 2020

Di mana:

  • 19 → Number
  • Best → Power
  • Marketing Books to Level Up Your Marketing Strategy → Target Keyword
  • for 2020 → Insight Signal

Baik Kita bahas satu persatu tiap bagian tersebut.

NUMBER

Adalah sebuah angka, utama memang berbentuk sebuah angka bukan berupa angka yang dinyatakan dalam huruf alfabet. Jadi bukan ‘sembilan belas’ tapi ditulis dengan angka ’19’.

Ada kalanya Anda juga bisa menuliskan number Anda dalam bentuk 10+ yang berarti list yang akan Anda bahas adalah lebih dari sepuluh atau bernilai belasan (tidak lebih dari 20). Jika lebih dari 20, maka Anda bisa menulisnya dengan 20+.

Bentuk dari penambahan ‘+’ ini juga memungkinkan Anda untuk menambahkan list atau tulisan baru di masa yang akan datang. Jadi Anda tidak usah mengganti judul artikel Anda jika Anda menambahkan sesuatu ke dalam artikel Anda. Hati-hati perubahan pada judul artikel akan mengakibatkan pergeseran pada ranking Anda di search engine.

Umumnya makin besar angkanya akan makin membuat orang tertarik untuk meng-klik judul Anda. Tapi juga ya harus realistis atau sesuai dengan apa yang Anda tuliskan di artikel.

POWER WORD

Power Word adalah sebuah kata yang dapat membangkitkan perasaan atau sisi emosional pembacanya sehingga ia tergerak untuk meng-klik untuk membacanya.

Untuk menentukan power word, Anda perlu memikirkan sejenak perasaan apa yang ingin Anda bangkitkan dalam judul tulisan Anda. Berikut ini ada ini dari daftar perasaan tersebut:

  • Joy – Ini terkait kesenangan atau kebahagian.
  • Trust – Untuk membangkitkan rasa kepercayaan diri dan keyakinan.
  • Fear – Untuk memberikan rasa takut
  • Surprise – Berupa kejutan atau hal-hal di-luar kebiasaan
  • Sadness – Membangkitkan kesedihan
  • Disgust – Rasa jijik
  • Anger – Rasa marah
  • Anticipation – Keperluan untuk bergerak/antisipasi sebelum sebuah peristiwa muncul

Akan sangat panjang kalau kita bahas mengenai power word yang bisa kita gunakan. Nanti coba kita bahas di tulisan lain. Contoh kata apa saja yang bisa dijadikan power word bisa Anda lihat di customeracquired.com/power-words

TARGET KEYWORD

Target keyword merupakan kata kunci utama yang berusaha kita bidik atau merupakan ide utama dari sebuah konten. Target Keyword bisa diganti nama produk jika Anda ingin menceritakan mengenai sebuah produk.

Target keyword haruslah mencerminkan isi dari sebuah konten agar orang yang kemudian lanjut membuka konten Anda tidak kecewa atau mungkin dia marah karena informasi yang dia harapkan ternyata tidak Anda tampilkan.

INSIGHT SIGNAL

Insight Signal adalah ‘bocoran halus’ dari isi konten yang Anda tulisan. Percayalah, setiap orang suka dengan yang namanya informasi ‘bocoran’ atau bersifat rahasia sehingga menambah ketertarikan untuk membukanya lebih lanjut.

Ini dapat juga berupa keterangan yang menunjukkan waktu. Bisa berupa bulan+tahun atau cukup dengan tahun saja. Ini untuk menekankan bahwa artikel Anda memang update pada saat ini. Umumnya memang ditulis dengan perkiraan di Tahun atau bulan yang sama di mana konten tersebut dirilis.

Contoh judul artikel dengan insight signal berupa waktu:

11 Best Project Management Software [2020 Update]

Penulisan insight signal ini untuk menunjukkan bahwa artikel Anda memang ter-update dan tidak dapat dipungkiri, hal ini juga yang mendasari konten Anda dimunculkan di peringkat atas karena search engine menilai konten Anda adalah terbaru dan terupdate yang sangat bermanfaat bagi para pencari informasi.

Penggunaan Bracket Pada Judul

penelitian oleh HubSpot.com menunjukkan, judul blog yang ada Bracket (tanda-kurung) nya berpotensi 33% lebih banyak di-klik dibanding yang tidak menggunakan tanda-kurung.

Contoh:

How to Create and Write a Case Study (+12 Great Examples)
The Broke Girl’s Guide to Skincare ($30 or less!)

Penulisan Artikel

Artikel merupakan kesatuan utuh dari tulisan yang diharapkan akan dibaca oleh pembaca Anda setelah mereka membaca judul tulisan atau konten Anda. Untuk mempermudah dalam penulisannya, kita bagi dalam bentuk urutan sebagai berikut:

  • Membuat paragraf deskripsi
  • Membuat paragraf isi
  • Membuat kesimpulan

Mari kita bahas ya satu persatu apa yang kita lakukan untuk penulisan artikel ini.

Membuat Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah paragraf awal yang akan dibaca oleh pembaca Anda setelah mereka tertarik dengan judul Anda. Tentunya paragraf awal ini yang akan menentukan apakah mereka akan lanjut membaca tulisan Anda atau tidak.

Paragraf deskripsi sifatnya sangat krusial karena ini merupakan daya pesona awal dari konten yang Anda buat. Kalau di video, ini merupakan kata-kata pertama yang di-narasikan di-awal-awal video.

Tidak hanya dalam penulisan judul, penulisan paragraf deskripsi juga ada formula. Berikut ini salah satu contoh formula yang umum banyak digunakan, Anda boleh pilih mana yang cocok dengan tema tulisan Anda.

Alternatif 1:

Question + Promise + Targeted Keyword. Diawali dengan sebuah kalimat pertanyaan, lalu diikuti dengan sebuah ‘janji’ Anda mengenai jawabannya di tulisan Anda, tambahkan kata kunci / nama produk yang di-target atau yang ingin Anda bahas.

Alternatif 2:

Problem + Solution + Targeted Keyword. Diawali dengan kalimat masalah yang dihadapi, kalimat solusi yang detailnya akan Anda bahas di dalam tulisan, tambahkan kata kunci atau nama produk yang terkait solusi tersebut.

Contoh:

  • Judulnya: 19 Best Marketing Books to Level Up Your Marketing Strategy (2020)
  • Deskripsinya: Looking for insight to ramp up your digital marketing strategy? You’ll find them in this collection of this year’s best marketing books.

Paragraf awal deskripsi ini adalah juga paragraf yang akan tampil di halaman index mesin pencari. Kalau Anda pengguna wordpress tentunya Anda kenal dengan plugin Yoast dan sejenisnya yang memungkinkan Anda menuliskan kalimat deskripsi sebagai konsumsi dari mesin pencari.

Ketentuan dalam penulisan paragraf deskripsi untuk optimasi di mesin pencari:

  • Maksimal 160 Karakter
  • menyebutkan kata kunci sebanyak 1 kali.
  • Menjelaskan apa hasil yang diharapkan oleh pembaca
  • Coba baca lagi, apakah membuat Anda ingin meng-kliknya?

Jadi tugas dari paragraf-paragraf awal ini memang sangat berat, selain harus menimbulkan minat baca lanjut, juga harus dapat memberikan penjelasan kepada mesin pencari mengenai tulisan Anda. Ibarat superhero, Judul tulisan Anda adalah Batman-nya, dan Deskripsi adalah Robin-nya.

Pada prakteknya bisa Anda buat ini dalam satu paragraf atau dua paragraf atau bahkan tiga paragraf jika Anda memerlukan tambahan penekanan pada masalah dan solusi yang akan dibahas.

Membuat Body Content atau Paragraf Isi

Setelah pembaca tertarik dengan judul ditambah dengan paragraf awal yang menarik, kini saatnya Anda memberikan sebenarnya ‘daging’ atau isi dari apa yang Anda ingin sampaikan kepada pembaca Anda.

Harapan atau goal dari rencana penulisan paragraf isi adalah agar pembaca bersedia dan suka membaca tulisan Anda sampai habis hingga ke bagian paragraf akhir dari tulisan Anda dan bahkan memberikan komentar, like, and share di konten yang Anda. Agar hal-hal ini tercapai, berikut ini adalah hal yang bisa Anda perhatikan dalam pembuatan paragraf isi:

  • Gunakan Table of Content;
  • Hindari Paragraf yang Terlalu Gemuk;
  • Gunakan kalimat yang singkat dan kosakata yang umum; dan
  • Gunakan Gambar dan Video

Untuk penempatan daftar isi atau table of content secara otomatis, Anda dapat menggunakan plugin Easy Table of Content di instalasi WordPress Anda. Gunakan saja seting default untuk penempatan secara otomatis pada posts.

Untuk menghindari paragraf gemuk, kelompokkan kalimat-kalimat berdasarkan section. Tempatkan sebuah kalimat dengan bold tebal di awal paragraf tersebut yang menunjukkan isi dari paragraf.

Ada kaidah yang mengatakan bahwa jika Anda memang ahli terdapat suatu hal maka Anda dapat dengan mudah menjelaskan dengan bahasa yang mudah sehingga orang awam dapat dengan mudah memahami apa yang Anda tulis, kecuali memang tulisan Anda spesifik untuk kalangan akademis seperti halnya sebuah jurnal ilmiah. Bila ditujukan untuk masyarakat umum, gunakan bahasa dan istilah  yang umum dipahami oleh kebanyakan pembaca Anda.

Gunakan juga gambar dan video bila memang tulisan Anda membutuhkan penjelasan atau penggambaran secara visual. Pastikan gambar yang Anda buat tidak mengandung kepemilikan hak cipta orang lain. Untuk gambar ilustrasi secara umum Anda bisa temukan di pixabay.

Untuk video, idealnya Anda buat channel khusus yang berkaitan dengan tulisan Anda di blog. Bila tidak memungkinkan Anda bisa embed video orang lain setelah Anda mencari-nya di Youtube. Masih menjadi perdebatan di kalangan pakar SEO, tapi umumnya memang penambahan video di tulisan Anda dapat menaikkan rank Anda di mesin pencari.

Berikut ini akan saya bahas urutan yang bisa Anda buat di paragraf isi:

Intro. Intro dapat berupa sebuah featured image atau gambar yang mengilustrasikan masalah dan solusi yang Anda bahas. Idealnya ini adalah sebuah infografis. Bila tidak sempat ya sudahlah, gambar ilustrasi dari pixabay juga sudah cukup.

Problem. Kemukakan masalah yang sekiranya dihadapi pembaca Anda

Solusi. Kemukakan Solusi di Paragraf kedua dari intro Anda.

Pengalaman Pribadi. Tulisankan pengalaman Anda terhadap problem yang Anda kemukaan di paragraf sebelumnya. Hal ini untuk menegaskan bahwa tulisan Anda memang layak untuk dibaca karena Anda sudah mempunyai pengalaman untuk itu.

Promise. Sampaikan apa yang akan Anda sampaikan di tulisan Anda, PLUS tambahan ‘promise’.  Contoh:

Saya akan menjelaskan kepada Anda mengenai …… tanpa ………. seperti pada ………

Lead-In. Ini merupakan kalimat transisi berupa ajakan untuk lanjut membaca tulisan Anda. Contoh:

Saya akan mengajarkan kepada Anda SEGALA SESUATUNYA yang perlu Anda tahu untuk membuat sebuah toko online yang akan meningkatkan 3x lipat dari apa yang Anda hasilkan saat ini.

Bullet Point. Bullet point yang Anda buat dapat berupa fitur, benefit, dan emotional benefit – Segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi pembaca terkait produk atau layanan atau solusi yang sedang Anda ceritakan.

Berikan Sumber yang Kredibel. Testimoni saja kadang tidak cukup, Anda perlu berikan link referensi mengenai produk, metode, atau layanan yang sedang Anda bicarakan kepada pembaca.

Berikan Internal Link. Ajaklah pembaca Anda untuk membaca lebih lanjut blog Anda jika mereka membutuhkan konten yang lebih detail.

Buat Keseluruhan blog Anda menjadi enak dibaca dengan membuatnya ‘scannable’. Hal ini bisa Anda lakukan dengan memberikan bullet point, huruf bold, dan pointer-pointer lainnya yang membuat pembaca mudah mencari bagian atau topik yang menurut mereka penting.

Gunakan Gambar Yang Berkualitas. Bila dimungkinkan gunakan foto ‘stock’, yang gratisan bisa Anda dapat di pixabay.com – Untuk membuatnya unik, Anda bisa melakukan cropping atau metode modifikasi gambar lainnya.

Membuat Kesimpulan

Penulisan di bagian kesimpulan umumnya singkat yang mencakup masalah+solusi+call to action. Kamu mau sedikit gemuk kesimpulannya bisa menggunakan rumus ini:

Kesimpulan solusi dari masalah. Kemukakan lagi solusi-solusi yang sudah disampaikan, mungkin bisa lebih dari satu solusi yang saling memperkuat.

Kemukan tips andalan Anda. Jika isi pada tulisan Anda memuat lebih dari satu solusi, tuliskan solusi mana yang paling Anda sukai, tambahkan tips dari Anda sendiri kenapa Anda memilih solusi tersebut.

Call to action. Kemukaan ajakan untuk menulis komentar jika masih ada yang ingin ditanyakan / pembaca masih bingung. Jika Anda sedang menjual barang atau jasa, masukkan call to action untuk membeli atau menghubungi Anda untuk pemesanan barang atau jasa Anda.

Optimasi Konten

Pada saat Anda menulis konten, hendaknya lupakan saja dulu mengenai optimasi. Lanjut tulis hingga Anda selesai mengerjakan seluruh isi dari kerangka tulisan Anda. Bila konten sudah terisi penuh, kini saatnya Anda mulai optimasi dengan melakukan perbaikan dan koreksi di tulisan Anda.

Cara yang mudah melakukan optimasi adalah dengan membaca ulang keseluruhan tulisan Anda mulai dari judul hingga paragraf terakhir. Mulailah menghapus, menambahkan, dan edit bagian-bagian yang sekiranya butuh optimasi.

Untuk kaitannya dengan Optimasi di Mesin Pencari, Anda dapat melakukan poin-poin berikut ini:

Optimasi di bagian URL

Jumlah karakter URL yang lazim adalah tidak lebih dari 75 karakter (termasuk nama domain dan http atau https). Ini sebenarnya debatable, namun ada benarnya dari segi estetika. Yang penting kata kunci yang Anda bidik sudah include di URL.

Keyword pada Sub-Heading

Sub-heading adalah bagian sub-judul dari tulisan Anda. Dalam notasi html ditulis sebagai <h1>, <h2>, <h3>, dan seterusnya. Sertakan cukup salah satu sub-heading mengandung keyword yang Anda bidik.

Atribut ALT pada gambar Mengandung Keyword

Banyak hal yang detable dalam hal SEO, ini karena memang:

  • semua orang menduga-duga; atau
  • perubahan algoritma seo dari masa ke masa.

Termasuk di dalamnya urusan mengenai penggunaan atribut ALT pada gambar yang Anda masukkan di tulisan. Juga termasuk dalam hal ini adalah nama file dari gambar tersebut.

Link Ke Sumber External

Link ke sumber eksternal tidak hanya membawa manfaat bagi SEO tapi juga memang memberikan penawaran informasi lebih banyak kepada pembaca Anda untuk dapat mempelajari lebih dalam mengenai sebuat topik yang Anda singgung di salah satu paragraf tulisan Anda.

Sumber eksternal yang bisa Anda ambil adalah url dari website-website yang sudah authorized seperti halnya wikipedia.com atau situs-situs portal berita.

Link Ke Kontent Internal

Yang juga layak Anda pertimbangkan agar pengunjung website tetap engange terhadap website Anda adalah dengan menyertakan link kepada konten internal di website Anda. Terlebih bila memang ada tulisan sejenis atau tulisan terkait bahasan yang sedang Anda buat.

Do NOT Spammy

Jangan terlalu sering mengulang menuliskan kata kunci yang Anda bidik di tulisan Anda. Umumnya tulisan Anda bisa di-cap sebagai keyword farming atau keyword spamming atau sejenisnya. Cukup tempatkan keyword Anda di tempat-tempat strategis seperti halnya judul tulisan, url, dan pada sub-heading.

Jumlah Konten

Sudah bukan rahasia lagi bahwa konten yang banyak dan setidaknya lebih dari 1500 kata memiliki keistimewaan di mesin pencari. Konten seperti ini kadang teroptimasi dengan sendirinya bahkan di keyword-keyword lainnya yang sejenis. Intinya makin lebih banyak isi konten akan lebih baik untuk posisi di SEO terlebih memang bila isi kontennya berbobot dan tidak hanya asal ‘gemuk’ saja.

Plan, Research, Write

Agar Anda lebih produktif dan efisien dalam penulisan terapkan langkah menulisan Anda dengan terlebih dahulu melalukan perencanaan. Perencanaan ini dapat berupa pemilihan tema penulisan dan penulisan kerangka tulisan.

Untuk selanjutnya Anda melakukan beberapa research terkait hal-hal teknis yang tidak Anda miliki pengetahuannya di tulisan Anda. Kumpulkan sebanyak mungkin data tersebut sebagai bahan di tulisan Anda.

Mulailah menulis seperti layaknya Anda berbicara kepada teman atau orang lain yang memerlukan bantuan atau nasihat Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top