Di tempat saya tumbuh, jam enam sore selalu kelihatan sama.
Sepanjang tahun, hampir tidak bergeser. Jadi saya tidak pernah memikirkan panjang siang — itu bukan sesuatu yang perlu dicek.
Di sini jamnya tetap, yang berubah isinya
Jam lima sore bisa sudah gelap total. Dan di bulan lain, jam sembilan malam masih terang.
Angkanya sama-sama ada di jam saya.
Masalahnya, saya tetap merencanakan pakai angka. Saya bilang “nanti sore”, dan saya tidak tahu nanti sore itu berapa banyak. Kadang tiga jam, kadang cuma dua puluh menit.
Saya mencampur dua hal
Jam itu angka. Waktu itu berapa banyak hari yang masih tersisa.
Angkanya bisa sama persis, dan sisanya berbeda jauh.
Saya punya jam di mana-mana, dan saya lupa punya jendela.
Akibatnya kecil-kecil, tapi tiap hari
Saya keluar berpikir masih sempat, ternyata sudah tutup semua. Atau saya buru-buru pulang, padahal masih terang berjam-jam.
Dua-duanya gara-gara saya percaya angka.
Seharusnya lama-lama hafal sendiri. Tapi saya tidak pernah benar-benar memperhatikan — saya cuma kaget tiap kali, lalu lupa lagi. Kaget itu murah; dia tidak meninggalkan pelajaran apa-apa.
Harganya bukan salah jadwal
Harganya adalah saya tidak pernah tahu lagi hari itu sedang di sebelah mana.
Di rumah dulu saya bisa merasakan sore tanpa melihat jam. Di sini saya kehilangan itu, dan saya tidak sadar kapan hilangnya.
Jamnya benar, kok. Yang hilang bukan jamnya — yang hilang rasanya.
Apa yang berubah
Yang saya ubah gampang sekali, dan saya heran kenapa lama.
Sebelum bilang “nanti sore”, saya melihat dulu ke luar. Bukan untuk memastikan apa-apa. Cuma supaya saya tahu sedang di mana.
Kadang ternyata masih banyak. Kadang ternyata tinggal sedikit. Dua-duanya berguna, asal saya tahu lebih dulu. Yang membuat kacau bukan gelapnya — tapi saya tidak menyangka.
—
Kemarin saya keluar jam tujuh, dan langitnya masih tinggi.
Saya tidak buru-buru, dan saya tidak menyesal belakangan. Bukan karena saya jadi pintar mengatur waktu — cuma karena saya berhenti menganggap semua jam tujuh itu sama.
Jam saya tetap benar sepanjang tahun. Harinya yang tidak pernah sama.